IWA K – Vini Vidi Vunky

Dalam gaya bertuturnya kali ini, seakan iwa-k ingin memotret sebuah sketsa kehidupan ke dalam bentuk yang lebih personal. Sebuah kreasi yang mencoba untuk berinteraksi dengan Sang Waktu. Menjadi bagian dari
Sang Waktu, hingga akhirnya semua terlarut dengannya.
Tetap dengan lirik-liriknya yang komunikatif, kocak, satir, bahkan mungkin
kontemplatif,lalu didukung dengan musiknya yang dinamis, seakan semakin lengkaplah vini vidi vunky sebagai sebuah karya yang tampil sebagai penawar kerinduan para penggemar rap di tanah air. ” vini vidi vunky adalah sebuah sikap ” seloroh iwa-k setengah becanda. Sikap yang berawal dari kegelisahannya terhadap suatu kondisi dalam masyarakat yang mulai diwarnai oleh perseteruan akibat keinginan masing-masing dari kita untuk menjadi yang paling benar, yang paling hebat, yang paling jago, yang paling…yang paling..yang paling…
Seperti dalam lagu berjudul ‘hidup’-betapa iwa-k mencoba untuk membawa kita ke dalam dunia dimana tak ada kekalahan, kemenangan, kebimbangan atau pun kesombongan, karena disitulah menurutnya kehidupan yang sebenarnya akan berjalan. Naif memang, tapi itulah sebuah angan. Atau gaya rap kocak dalam lagu ‘seminggu’–yang menggambarkan cowok ‘ngebet’ dengan seorang cewek, tapi gak punya nyali untuk menyatakan isi hatinya, walaupun sebaliknya dia selalu merasa dikejar waktu untuk mengatakannya. Dan yang menariknya lagi, ‘seminggu’ melibatkan kesenian marawis yang membuat semakin kocak situasi yang diangkatnya.
Situasi perdebatan antara pandangan tradisi dan agen gaya hidup modern juga coba untuk dipaparkannya dalam lagu yang diinspirasikan oleh lagu rakyat jawa ‘Lir Ilir’.Tak sampai disitu, iwa-k juga seperti membawa kita ke alam kontemplatif pada lagu ‘sebuah jalan’ yang terinspirasikan oleh seseorang yang merasakan suatu kerinduan, sekaligus suatu penyerahan diri tak berpamrih dengan Sang Pencipta.
Irama disko bernuansa latin dapat ditemukan dalam ‘Apa sih’
begitu menggelitik, memaksa kita untuk ikut menikmati suasana euphoria yang ditampilkan dalam nuansa lagu tersebut. ‘Wajah Gelap’ yang ber-nafaskan hard core pun tak berhenti untuk menteror kita dengan rasa apatis yang ada di dalam diri kita sendiri. Walaupun  dalam ‘ladida’ iwa-k juga mengajak kita untuk tetap tegak dalam optimisme. di ‘Wanita’ iwa-k seakan mencoba untuk mengekspresikan ketakjuban seorang pria terhadap seorang wanita yang memang gak akan ada habis-habisnya. Dan masih banyak lagi lagu-lagu yang lain seperti ‘Deb’s file’ yang bernuansa musik break dance tahun 80-an, ‘Do You Really Want It’ satu-satunya lagu berbahasa inggris, ‘Yang Berlalu’ , dan ‘Vini vidi vunky’ sendiri yang menjadi tema keseluruhan lagu-lagu yang semuanya berjumlah 17 lagu termasuk skit-skit atau potongan-potongan pengantar dari satu lagu ke lagu lainnya selayaknya bentuk album rap pada umumnya, menambah warna yang ada album ‘Vini vidi vunky’ ini. Ditukangi oleh Guest Music Production (Tori Sudarsono, Satya’Nti’Marakarma dan Yudis Dwikorana), Vini vidi vunky, merupakan fase ke 5 iwa-k dalam kariernya di jalur musik rap.
Setelah lama menghilang dari keramaian blantika musik Indonesia,
‘turun gunungnya’ Iwa-k diharapkan dapat menyegarkan kembali musik
Indonesia.